Digital clock

Sunday, October 16, 2011

Berpaut Pada SabdaMu...kenangan...

Nasyid Berpaut Pada SabdaMu ini sangat memberikan kesan kepada diriku...lagi2 ia pernah dinyanyikan oleh Allahyarham Ustaz Asri Ibrahim (Rabbani)...lirik katanya memberikan makna mendalam...hayatilah seadanya...

Ada Apa Dengan Wanita?

BERHARGANYA WANITA~~
Dia dapat mengatasi beban lebih baik dari lelaki,dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri,dia mampu tersenyum ketika hatinya menjerit kesedihan,mampu menyanyi ketika menangis, menangis saat terharu,bahkan tertawa ketika ketakutan.


Dia berkorban demi orang yang dicintainya,dia mampu berdiri melawan ketidakadilan,dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang,dia gembira dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia,dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran.



Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian,tapi dia mampu mengatasinya.

HANYA ADA SATU YANG KURANG DARI WANITA,DIA SELALU LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA..."
wallahu'alam... :


--------------------------------------------

Hakikat tudung adalah perlindungan zahir batin, lindungi mata kamu dari memandang lelaki yang bukan mahram kamu, lindungi lidah kamu dari mengumpat orang dan bercakap perkara yang sia-sia. 


Sentiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah SWT, lindungi telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu mahupun masyarakat , lindungi hidungmu dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-tangan kamu dari berbuat sesuatu yang tidak senonoh.

Lindungi kaki kamu dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kamu dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu kamu, lindungi hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT, bila kamu sudah biasa, maka tudung yang kamu pakai akan menyinari hati kamu. 


Itulah hakikat tudung...

---------------------------------------------

"Kalau kita ikhlas mencintai dia kerana Allah, mengapa tangan kita masih memegang jemarinya walhal belum sah? Mengapa bibir kita mengucup bibirnya waima iman tidak rela? Mengapa hati kita merindukan dia sedangkan Allah melebihi segalanya? Apakah bila sudah bernikah, nikmat itu bertukar cacian? Tangan itu yang memukulnya, bibir itu yang mencercanya, hati itu menduakannya dengan menghadirkan orang ketiga? Tanya pada hatimu, cinta nafsu atau cinta hakiki?"
-Nasihat buat diri sendiri-

----------------------------------------------

"Bernikah besar-besaran, berpuluh ribu, terpampang di dada akhbar, tapi tak sampai tiga tahun dah bercerai...kemudian, anak menjadi mangsa. Tuntut nafkah buat anak sampai berjuta2, tak mampu nak bayar, disamannya pula...inilah lumrah...sahabat Nabi S.A.W. dulu, nikahnya mudah. Hantarannya cuma senaskhah Al-Quran. Berkatnya sampai akhir zaman...Allahuakbar...kalau mampu sekalipun, jangan terlalu bermegah2...nanti yang menanggungnya boleh hilang arah..."
-Inilah Akhir Zaman-