Digital clock

Tuesday, May 15, 2012

KEHIDUPAN ADALAH UJIANNYA...

Salam.

Seringkali kita mengeluh dengan ujian yang kita hadapi sehari-harian dalam kehidupan kita. Adakalanya hingga ia menguji tahap keimanan, menggugat aras kesabaran kita tanpa kita sedari. Jika tidak dibendung, kemarahan bakal menjadi raja di hati. Saya juga begitu. Ada ketikanya saya mengeluh. "Mengapa kehidupanku tidak seperti orang lain? Harus bersusah-payah mencari nafkah sendiri, dikhianati, dipermainkan jiwa dan sanubari? Mengapa perjalanan hidup ini tidak seperti apa yang kurancangi?". Persoalan sebegitu kerap bermain di kotak pemikiran saya.

Apakah Allah itu tidak adil? Membiarkan hambaNya hanyut dalam kecelaruan hidup yang setiap detik mencengkam segenap akal dan minda kita? 

Tidak. Allah Maha Adil. Harus kita imani perkara itu di hati kita. Harus diyakini bahawa setiap musibah yang mendatang bukan menjadikan kita hina, malah mematangkan pemikiran kita. Tanpa diduga, Allah sebenarnya sedang mentarbiah kita!

Ya, Dia mentarbiah kita melalui kegagalan. Ditarbiahnya kita dengan kekecewaan. Terkadang diuji kita dengan kesakitan serta pelbagai lagi. Namun, lihatlah dengan mata hati. Allah jualah yang membuka jalan, mengizinkan setiap ujian yang kita tempuhi diselesaikan dengan penuh keajaiban Ilahi. Bukti bahawasanya Dialah Yang Maha Agung Lagi Maha Terpuji.

Seandainya kalian jatuh gugur, maka haruslah kalian bangkit dengan sendiri bertunjangkan keutuhan yakin pada Ilahi. Jangan pernah putus asa dengan rahmat Allah. Dia selalu ada, dan memungkinkan segalanya menurut kehendak dan kebijaksanaanNya.

Berhenti merungut! Dan mulakan langkah baharu dengan perancangan kedua! 

Monday, January 16, 2012

"Hari ini banyak perkara yang terjadi, yang mematangkan aku sebagai seorang daie. Aku belajar bagaimana perasaan hati harus disembunyi saat nafsu meronta minta dipenuhi. Aku belajar memahami bagaimana Allah menghadirkan pengganti, dan aku harus melepaskan dia pergi. Aku mengetahui bagaimana hati tidak betah dipaksa, kerana kekhilafan diri sendiri. Jangan sesekali meletakkan kesalahan orang lain pada diri insan yang lainnya. Jangan sesekali bersangka buruk dengan tindakan, sebaliknya gunakan percaturan akal untuk mentafsirnya. Aku belajar menilai diri sendiri...mana buruk, mana baik untuk ku ikuti...dan aku belajar sesungguhnya hanya Dia Maha Menguji, dan kepadaNya jua kita akan kembali..."

Redha * Pasrah * Doa